Rabu, 25 Mei 2011

Penatalaksanaan Linggir Flabby dengan Tehnik Pencetakan




PENATALAKSANAAN LINGGIR FLABBY

Jaringan Flabby merupakan respon dari jaringan ikat yang mengalami hiperlplasia yang awalnya diakibatkan oleh trauma atau luka yang tidak dapat ditoleransi pada residual ridge. Makin tebal jaringan hiperplastik yang terbentuk, makin besar pula derajat flabby mukosa. (Boucher,1990)
Flabby ridge adalah kondisi jangan lunak yang berlebih diatas alveolar ridge dan sering terdapat pada anterior superior karena masih adanya gigi anterior pada mandibula. Alveolar telah mengalami resorbsi yang banyak, dan digantikan oleh jaringan fibrous, yang juga bisa bersifat hypermobile tissue. Hal ini mengakibatkan hasil akhir pembuatan prothesa stabilitas dan fungsi fisiologisnya akan berkurang. Pada kasus yg ekstrim hampir seluruh alveolar ridge mengalami perubahan.(Basker,RM)

Etiologi flabby mukosa adalah kompleks, yaitu: (Boucher)
1.      Perubahan socket tulang alveolar pasca pencabutan
2.      Trauma pemakaian gigi tiruan
3.      Penurunan sisa alveolar secara bertahap
4.      Perubahan dalam profil jaringan lunak dan fungsi sendi temporomandibula
5.      Perubahan dalam perbandingan relatif dari kedua rahang.
6.      Kebiasaan-kebiasaan dan lamanya pemakaian gigi tiruan
7.      Berbagai tekanan yang menyimpang dan berlebihan


Perawatan flabby mukosa sebelum pembuatan gigi tiruan mutlak diperlukan agar dihasilkan fungsi yang baik ketika pasien menggunakan gigi tiruan.  Manajemen pada kondisi ini masih sesuatu yang kontroversial,  pendapat yang ada terbagi atas dua. Pendapat pertama dengan tindakan bedah, yaitu membuang jaringan fibrous linggir flabby yang sangat ekstrim dan daerah ridge yang bergerak saja secara hati-hati pada setiap kasus, dimana kondisi kesehatan pasien juga harus diperhatikan. Mengurangi linggir yang atrofi dengan pembedahan menyebabkan linggir yang rendah dan datar atau linggir yang tajam dengan lapisan mukosa yang tipis. (Basker,RM)

Pendapat kedua mempunyai pandangan yang berlawanan, menganggap bahwa tindakan bedah hendaknya dihindari karena jaringan fibrosa dapat berfungsi sebagai bantalan yang mengurangi trauma pada jaringan tulang dibawahnya. Bila jaringan lunak diambil, harus diganti dengan bahan landasan gigi tiruan yang lebih tebal dan berat berikut sulkusnya menjadi dangkal. 1,2,3,4,5
Menurut Boucher (1994) hampir semua kasus flabby dapat dibuatkan gigi tiruan dengan baik tanpa tindakan bedah. Pembuatan gigi tiruan lengkap dikatakan berhasil apabila memiliki retensi yang memadai, stabilisasi dan dukungan (support) yang baik seperti keseimbangan otot-otot yang memadai. Faktor yang perlu diperhatikan dalam pembuatan gigi tiruan lengkap pada kasus flabby antara lain yaitu tehnik pencetakan.
Tujuan utama pencetakan adalah untuk memperoleh retensi, stabilisasi dan support bagi gigi tiruan yang berguna untuk menjaga kesehatan jaringan di dalam rongga mulut. Terdapat beberapa teknik pencetakan dalam management flabby mukosa ini. Meski demikian tujuan dari semua teknik tersebut umumnya sama, yaitu untuk mengurangi pergerakan (distorsi) pada flabby tissue selama berfungsi. Bahan cetak yang digunakan yaitu hidrocolloid irreversible (alginate), impression plaster dan low atau medium viscosity elastomer. Untuk mendapatkan cetakan awal dapat menggunakan tehnik minimal displacive atau selective pressure impression tehnik. (Finber Allen, 2005)
Pada pasien edentolus khususnya dengan mukosa flabby, selain teknik mencetak kita juga harus memperhatikan konstruksi sendok cetak dan bahan cetak.  Jenis cetakan bagaimanapun yang akan dibuat, sendok cetak merupakan bagian yang terpenting dari prosedur pembuatan cetakan. Sendok cetak tidak boleh menyebabkan distorsi atau perubahan bentuk pada jaringan dan struktur yang harus berkontak dengan tepi-tepi serta permukaan poles gigi tiruan. Sendok cetak perorangan dibuat dengan peripheral seal yang disesuaikan per individu sehingga dapat mengendalikan jaringan lunak disekitar cetakan tetapi tidak menimbulkan distorsi.1,2,4,5

Tehnik Pencetakan Flabby Mukosa
1.      Tehnik double impression
2.      Tehnik window

Tehnik Double Impression:
Tehnik pencetakan dibagi 2 tahap, yaitu:

1.      Tehnik pencetakan anatomis atau preliminary impression
Pencetakan menggunakan tehnik yang bersifat mukostatis atau non pressure impression agar tidak mengubah jaringan, sebab bila menggunakan teknik mukopressure dapat terjadi distorsi pada jaringan fibrosa saat dicetak, sehingga gigi tiruan hanya akan cekat bila ada tekanan oklusal. Sendok cetak yang digunakan adalah sendok cetak yang berukuran tidak terlalu besar (tidak sama dengan sendok cetak untuk rahang edentolus), dengan dua ketebalan lilin sebagai tissue stop yang terletak pada sendok cetak untuk mendapatkan kestabilan.
Bahan alginate diletakkan mencakup labio lingual linggir flabby, dan sendok cetak beserta alginat tersebut diletakkan pada linggir dengan hati-hati. Terbentuklah cetakan yang bersifat mukostatis dan digunakan sebagai model studi.
 
Saat gigi tidak berkontak, sifat elastis dari jaringan yang tertekan akan menekan gigi tiruan kebawah dan menyebabkan hilangnya retensi. Tambahan, bila tekanan oklusi yang terputus-putus (intermitten) menimbulkan efek pompa yang menimbulkan trauma pada jaringan.
Jika gigi tiruan dibuat di atas model hasil cetakan mukostatik dari prosessus alveolaris yang kenyal dalam keadaan istirahat, maka gigi tiruan akan tetap berkontak dengan jaringan saat gigi tidak dalam keadaan oklusi. Dengan demikian retensi pada kasus tersebut akan optimal. Dukungan terutama akan diperoleh dari palatum durum dan daerah keras lainnya, dan bukan dari jaringan yang kenyal.

2.      Tehnik pencetakan fisiologis atau secondary impression
Pencetakan fisiologis menggunakan teknik selektive pressure impression. Model studi yang dibuat dengan tehnik pencetakan mukostatik tadi, daerah linggir pada model studi ditutupi dengan tiga lapis landasan lilin.
Sendok cetak yang mengenai linggir yang flabby dibuat lubang-lubang agar bahan cetak yang berlebihan dapat mengalir keluar dengan bebas. Dimana sendok cetak dapat menutupi daerah mukosa yang stabil.

Bahan cetak silicone rubber disemprotkan menyeluruh pada labio lingual linggir flabby, kemudian sendok cetak dengan bahan cetak diletakkan perlahan pada linggir flabby dan tekanan hanya diaplikasikan pada daerah yang stabil juga sekalian membentuk cetakan fungsional yaitu menekan hanya pada bagian posterior juga membentuk border molding.
Prosedur ini memungkinkan untuk keduanya bersifat mukostatik untuk linggir yang flabby dan cetakan yang menggunakan tekanan untuk mukosa yang stabil. Tehnik pencetakan ini memungkinkan untuk mendapatkan retensi yang baik pada gigi tiruan.

Window Tehnik
Tehnik pencetakan ini juga menggunakan dua tahap pencetakan yaitu pencetakan anatomis dan fisiologis.
1.      Pencetakan anatomis
Dilakukan pencetakan seperti pencetakan pada double impression yaitu mucostatis hingga didapatkan model study.
2.      Pencetakan fungsional
Pada model study dibuatkan sendok cetak pribadi dari shellac, setelah didapat kita buang bagian sendok cetak yaang menutupi bagian linggir yang flabby, hingga didapat seperti jendela (window tehnik)

 Pembentukan batas pinggir atau batas mukosa bergerak dan tak bergerak pada sendok cetak dibuat dengan menggunakan bahan cetak thermoplastic yaitu compound berguna untuk mendapatkan perluasan sayap landasan gigi tiruan. sendok cetak juga dibuatkan lubang-lubang tambahan agar bahan yang berlebih bisa keluar.
3.      Pencetakan dilakukan menggunakan sendok cetak dengan jendela tersebut. Bahan cetak diletakkan pada sendok cetak, kemudian dilakukan penekanan (mukopressure) pada rahang. Setelah itu bagian flabby yang terbuka kita aplikasikan bahan cetak dengan menggunakan kuas dengan hati-hati agar tidak terjadi perubahan bentuk pada jaringan flabby.






DAFTAR PUSTAKA


1.      Boucher LJ and Renner RP. Treatment of Partial Edentolus Patient. St Louis-Toronto-London: The CV Mosby Co.1982.
2.      Zarb GA dkk. Buku Ajar Prosthodonti untuk Pasien Tak Bergigi Menurut Boucher.alih Bahasa MardjonoD. EGC Jakarta. 1994.
3.      Monica Mihaela et.al. Clinical Histological and Therrapeutic Study regarding the variations of the edentulous ridge’s mucosa. Romanian journal of Morphology and embriology 2009, 50(3) 441-445.
4.      Hrizdana Hadjieva. Selective Pressure Impressions Methods For Total Dentures by Patient with Loose and Hypermobile Mucosa on The Alveolar Ridge’s. Journal of IMAB, annual Proceeding 2005 (book 2).
5.      Basker, RM. Prostethetic Treatment of the Edentolous Patient. 4th edition.BlackWell.
6.      Damayanti, L. Perawatan Pasien Lansia dengan Flat Ridge/ Flabby Mukosa. Pustaka Unpad.2009
7.      Finber, Allen. Management Flabby Mucosa.Dental journal. 2005

 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar